SDN 03 Karanganyar Laksanakan BIMTEK Bersama Enam SD Penerima BOSP Kinerja Terbaik 2026
KARANGANYAR — Upaya meningkatkan mutu tata kelola dan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan terus dilakukan melalui penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Sebanyak 23 peserta dari enam sekolah dasar penerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja terbaik tahun 2026 mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) SPMI yang dilaksanakan di Aula PKG SDN 01 Jungke, Selasa–Kamis (15–17 September 2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti peserta dari tiga wilayah koordinasi (Korwil), yakni Karanganyar, Karangpandan, dan Matesih. Acara turut dihadiri Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Karanganyar, Karangpandan, dan Matesih.
Sebanyak 23 peserta berasal dari SDN 03 Karanganyar, SDN 02 Bejen, SDN 02 Cangakan, SDN 03 Dayu, SDN 02 Tohkuning, dan SDN 02 Ngadiluwih. Keenam sekolah tersebut merupakan sekolah penerima BOSP Kinerja terbaik jenjang SD pada tahun 2026.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia Rikananda Puspitasari, S.Pd., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus 6 Kabupaten Karanganyar sekaligus Kepala SDN 03 Karanganyar. Dalam laporannya, Rikananda menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung selama tiga hari dengan materi yang diarahkan pada penguatan mutu sekolah dan peningkatan kompetensi guru.
“Pelatihan ini akan berlangsung selama tiga hari dengan materi Bimtek SPMI, penguatan literasi dan numerasi, serta penguatan digitalisasi pembelajaran,” ujar Rikananda.
Ketiga materi tersebut menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Materi SPMI disampaikan Bambang Sri Martono, S.Sos., dari BBPMP Jawa Tengah. Materi Penguatan Literasi dan Numerasi disampaikan Anita Nugraheni, S.Pd., sedangkan materi Penguatan Digitalisasi Pembelajaran disampaikan Ika Setyowati, S.Pd.
Rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan penguatan kepada peserta agar mampu menerapkan pengetahuan dan praktik yang diperoleh di sekolah masing-masing. Dengan demikian, hasil Bimtek diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pemahaman peserta, tetapi dapat berdampak langsung terhadap tata kelola sekolah dan kualitas pembelajaran.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar yang pada kesempatan itu diwakili Kepala Bidang SD, Jarot Novianto, S.Psi., M.M. Dalam sambutannya, Jarot mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan secara serius dan aktif sehingga hasil Bimtek dapat memberikan perubahan positif di sekolah.
“Bapak dan Ibu peserta Bimtek agar mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi tata kelola sekolah dan berdampak bagi siswa sehingga dapat meingkatkan mutu layanan sekolah,” tuturnya.
Jarot juga menekankan pentingnya memaksimalkan pengelolaan pembelajaran serta pembiasaan siswa. Menurutnya, sekolah perlu mempersiapkan peserta didik secara menyeluruh, termasuk dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
“Optimalkan siswa dalam pelaksanaan TKA. Biasakan siswa bukan hanya dengan materi TKA, tetapi juga menggunakan gawai atau laptop dalam simulasi TKA,” pesan Jarot.
Ia menjelaskan bahwa TKA perlu menjadi perhatian sekolah karena hasilnya akan menjadi salah satu poin dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada jenjang pendidikan selanjutnya. Oleh karena itu, pembiasaan penggunaan perangkat digital dalam simulasi TKA dinilai penting agar siswa memiliki kesiapan akademik sekaligus keterampilan teknis.
Selain penguatan mutu pembelajaran, transformasi digital di sekolah juga menjadi perhatian. Jarot menyampaikan bahwa pada tahun ini sekolah akan mendapatkan bantuan Papan Interaktif Digital (PID) dari pemerintah pusat sebanyak dua buah.
“Sekolah diharapkan mampu menjaga, merawat, dan menggunakan PID dalam meningkatkan pembelajaran, serta meningkatkan keamanan sekolah,” katanya.
Ia berharap bantuan sarana digital tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif. Sekolah juga diingatkan agar memiliki komitmen dalam menjaga dan merawat fasilitas yang telah diberikan.
Menutup sambutannya, Jarot berpesan agar guru dan sekolah terus membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik.
“Wujudkan sekolah sebagai tempat yang nyaman bagi siswa dalam belajar,” pungkasnya.
Bimtek yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan menjadi ruang penguatan kapasitas bagi sekolah-sekolah penerima BOSP Kinerja. Melalui penguatan SPMI, literasi dan numerasi, serta digitalisasi pembelajaran, sekolah diharapkan semakin mampu membangun tata kelola yang bermutu sekaligus menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.